Minggu, 11 November 2012

Seperti Inilah Cara Lebah Berkomunikasi

 
 
Cara hewan berkomunikasi agar dapat saling mengeti satu sama lain adalah suatu hal yang sangat unik untuk dipelajari. Begitu pula dengan cara lebah berkomunikasi antara satu lebah dengan lebah yang lainnya. Lantas, bagaimanakah cara lebah berkomunikasi dengan lebah lainnya? Bila seekor lebah pekerja telah menemukan bunga yang berisi air madu, maka bagaimanakah cara lebah pekerja itu menyampaikan berita tentang apa yang telah ditemukannya itu kepada koloni lebah yang lainnya? Bagaimana cara menjelaskan kepada lebah-lebah yang lain tentang jenis bunga yang ia temukan, seberapa jauh letak bunga itu dan kearah mana yang harus mereka tempuh untuk bisa sampai ke tempat itu? Cara lebah menyampaikan berita adalah suatu tanda kebesaran Allah dalam mengatur dan memelihara makhluknya dan keajaiban alam yang menakjubkan. Alat utama dalam rangkaian peristiwa ini tentunya adalah bahasa dan "bahasa" yang dipakai oleh seekor lebah adalah nalurinya. Seekor lebah mengetahui "bahasa" itu tanpa belajar sama sekali atau diajari terlebih dahulu. Setiap lebah pekerja, yang sudah mencapai tingkat usia tertentu pasti memahami "bahasa" ini secara otomatis.

Bahasa lebah itu adalah bahasa yang terbentuk dari bau dan tarian. Apabila seekor lebah menemukan air madu atau tepung sari bunga, maka segelah lebah tersebut pulang kesarangnya. Lalu memulai menari didepan kawanan lebah yang ada di sarangnya. Lebah itu terbang menari-nari sambil membuat lingkaran-lingkaran kecil. Tarian ini tentunya menarik perhatian lebah-lebah yang lainnya dan merupakan isyarat bagi mereka bahwa lebah yang sedang menari itu telah menemukan suatu tempat yang ada air madu dan tepung sari bunga. Lebah-lebah madu yang lainnya dapat pula mencium bau dari yang dibawa pulang oleh si lebah penemu tadi. Dengan demikian, lebah-lebah yang lain sudah bisa mengetahui jenis madu dan bagaimana rasa madu yang akan mereka garap nantinya.

Apabila lebah penemu itu menari-nari dengan penuh gairah dan bersemangat sekali, maka itu berarti tempat penemuaannya itu terdapat banyak sekali persediaan makanan. Maka akan lebih banyak pula jumlah
lebah pekerja yang akan berangkat beramai-ramai ke tempat itu untuk mengambil bahan makanan. Para lebah-lebah Pekerja itu akan bersama-sama mencari dan mendatangi tempat itu. Tarian lebah itu menerangkan bahwa ada terdapat air madu atau tepung sari bunga yang dapat diperolehnya. Bau di tubuh lebah yang terdapat pada lebah penemu itu juga telah menjelaskan jenis bunga yang akan mereka garap nantinya. Sekaligus mereka juga mengetahui apakah yang akan mereka angkut itu air madu atau tepung sari bunga. Kegairahan tarian yang bersemangat itu menggambarkan berapa besar jumlah makanan yang harus mereka angkut.

 
 
Tetapi bahasa isyarat tarian lebah ini hanya berlaku untuk menunjukkan letak sumber bahan makanan yang jaraknya tidak lebih dari 100 yard dari sarang lebah. Apabila seekor lebah menemukan sumber bahan makanan yang letaknya lebih jauh, maka ia akan pulang kesarangnya dan memepertunjukkan jenis tarian lebah yang lain lagi. Kali ini lebah tersebut tidak akan menari-nari dengan membuat lingkaran-lingkaran kecil. Melainkan dengan membuat sebuah tarian dengan ekornya sambil membentuk angka 8. Dengan mengoyang-goyangkan ekornya, lebah tersebut menyambung kedua bentuk lingkaran pada angka delapan itu dengan satu garis lurus, dengan cara menggoyang-goyangkan ekor atau bagian belakang tubuhnya dari kiri ke kanan.

Tentu saja sebagai tambahan keterangan terhadap yang lainnya itu, maka
tarian goyang ekor lebah itu sekaligus pula menerangkan berapa jauh jarak yang harus ditempuh untuk sampai ketujuan dan kearah mana mereka harus terbang. Jumlah gerak lekuk pada setiap menit menunjukkan seberapa jauh jarak sumber makanan itu. Semakin jauh jarak sumber makanan itu, maka semakin kurang bentuk angka 8 yang dibuat oleh lebah itu. Misalnya, 11 kali gerak gerak lekuk dalam setiap menit berarti 3000 yard jauhnya tempat yang akan dituju. Garis yang dibuat oleh lebah itu antara kedua lingkaran dalam lukisan angka 8 itu menunjukkan arah mana letak tempat itu. Lalu apakah yang lebah gunakan sebagai pedoman arah? tidak lain adalah matahari. Garis penunjuk arah ini ditarik sehubungan dengan letak matahari melintasi angkasa. Dengan demikian, lebah-lebah yang lainnya akan segera melihat sudut yang dibentuk oleh garis itu dengan letak matahari. Oleh karenanya seekor lebah tidak akan pernah kehilangan arah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar