Senin, 05 November 2012

Peristiwa Lampung ,Dalang Provokator

DENPASAR,LSM TELINGA LEBAR : - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali I Wayan Sudirta menduga peristiwa penyerbuan yang dialami warga Desa Balinuraga, Lampung beberapa hari lalu diduga keras karena ulah provokator. Indikasinya karena peristiwa serupa juga sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Terkait dengan hal ini , Wayan Sudirta yang juga Koordinator Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung (PKPL) meminta aparat penegak hukum mesti dapat menangkap provokator peristiwa Lampung, untuk dibawa ke proses hukum. "Segera tangkap dan seret ke jalur hukum provokatornya, apalagi ini sudah merupakan kejadian yang kedua kalinya," kata Wayan Sudirta, Senin (5/11), di Denpasar. Wayan Sudirta mengharapkan kejadian di Desa Balinuraga Lampung ini jangan sampai menimbulkan wacana untuk mengusir komunitas tertentu. Hal ini dinilai akan memperkeruh suasana, sebab pengusiran komunitas tertentu akan berakibat timbulnya masalah baru seperti terjadinya aksi balas dendam. Karena itu, menurut Sudirta, yang perlu dilakukan adalah pemulihan kondisi para korban dengan memberikan bantuan materi, pemulihan psikis bagi para korban, membuat program yang berkeadilan dan memperbaiki masalah-masalah yang merupakan peninggalan Orde Baru, dan tidak kalah penting adalah menangkap provokator kerusuhan, agar kasus sejenis tidak terulang lagi. PKPL yang dikoordinir Sudirta mendapat dukungan dari berbagai elemen yang bertindak sebagai sub-posko dan menghimpun dana untuk korban peristiwa Lampung. Sampai Senin (5/11), terkumpul sumbangan dana lebih dari Rp 0,5 miliar sebagai rasa peduli terhadap korban peristiwa Lampung, dan siap dibawa ke Lampung, dalam waktu dekat. Sumbangan yang diperoleh diantaranya dari sub-posko INTI Bali pimpinan Cahaya Wirawan Adi sejumlah Rp 514 juta, sub-posko UNUD pimpinan Prof. Dr. Made Bakta Rp 50 juta lebih, Yayasan Bunda Luh Ronce milik Wayan Sudirta Rp 15 juta, KORdEM Bali Rp 1 juta, Pemuda Hindu Rp 1 juta, Bali Corruption Watch Rp 1 juta, dan beberapa donatur lainnya. "Sumbangan keluarga besar INTI (Ikatan Indonesia Tionghoa) Bali itu terkumpul hanya dalam 2 jam, pada hari Minggu (4/11), dan akan diserahkan ke Lampung digabung dengan sumbangan dari sub-posko lain yang diperoleh Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung (PKPL) dengan koordinator Wayan Sudirta, SH yang juga Anggota DPD RI Provinsi Bali," ucap pengurus INTI Bali Sudiarta Indrajaya. INTI Bali merupakan salah satu sub-posko, demikian juga Rektor UNUD, Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, PHDI Bali, Gema Perdamaian Bali, Forum Studi Majapahit, Aliansi LSM Bali, Maha Art Gallery, Sandhi Murthi, Bali Corruption Watch, ormas Pemuda Hindu, KORdEM, harian Bali Tribune, serta Anggota DPD RI Provinsi Bali Wayan Sudirta, membentuk Posko Keprihatinan Peristiwa Lampung, 3 November 2012 di Denpasar. Sudiarta Indrajaya menegaskan, keluarga besar INTI Bali menganggap semuanya saudara, sehingga ketika mereka ditimpa musibah, termasuk korban di Lampung, sudah menjadi kewajiban bagi INTI untuk membantu.(TL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar