Kamis, 08 November 2012

Inilah Efek Samping Dari Pemakaian Kawat Gigi


 
 
Tips Kesehatan - Kawat gigi atau sering disebut behel ini memang sudah tidak asing lagi di kalangan orang-orang, yang memfunyai fungsi untuk merapihkan gigi yang tadi nya tidak rapih menjadi rapih dengan jangka waktu tertentu.

Di Indonesia penggunaan kawat gigi dimulai pada tahu 1980 dan semakin populer pada awal tahun 2000 hingga sekarang. namun dalam prakteknya pemasangan kawat gigi atau behel ini sangat berbahaya jika bukan dilakukan oleh dokter spesialisnya melainkan tukang gigi.

Untuk lebih lanjutnya silahkan lihat efek samping dari kawat gigi atau behel.

1. Penyakit Menular Seksual

Kawat yang dipasang pada gigi sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi anda, Nah, saat Anda terlibat dalam aktivitas seksual seperti seks oral atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut Anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit, termasuk hepatitis dan HIV, memasuki aliran darah Anda.

2. Alergi

Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30 persen pasien ortodontik dari semua pasien ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.

Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan dalam kawat gigi.

3. Karang Gigi

Karena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan, sisa-sisa makanan bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi, yang mengarah ke penumpukan plek.

Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar