Sabtu, 03 November 2012

Cek Kondisi Kesehatan dari Warna Urin


Cek kondisi kesehatan dari warna urin.  


VIVAlife – Menelaah kesehatan di pagi hari, mengapa tidak. Saat tubuh belum banyak mengkonsumsi makanan, ini saat yang tepat untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan tubuh yang sebenarnya. Anda dapat melihatnya lewat warna urin. 

Urin yang merupakan cairan residu ini mengandung 95 air, 2,5 persen  urea dan 2,5 persen hasil peleburan hormon, enzin, garam dan mineral. Zat –zat inilah yang mempengaruhi warna urin, untuk mengungkap kesehatan.
Urin yang "normal" digambarkan sebagai larutan berwarna kuning limun yang jernih. Sedangkan warna urin dengan semburat merah muda dapat diartikan sebagai alarm, yang menandakan jika tubuh sedang bermasalah. 

"Jika Anda melihat sedikit warna kemerahan dalam urin, Anda perlu untuk memeriksakan diri ke dokter. Ini bisa menjadi tanda awal gangguan pada ginjal, atau beberapa jenis kanker lain," papar Marshall Stoller, profesor urologi di University of California, San Francisco, seperti dikutip Daily Mail.

Kerusakan yang terjadi pada organ hati, biasanya membuat urin menjadi berwarna kecokelatan. Atau bisa jadi kerena Anda terlalu banyak mengkonsumsi jenis kacang-kacangan. 

Sebenarnya tidak semua urin yang berwarna abnormal adalah berita buruk. Makanan dan obat pun dapat mempengaruhi konsentrasi warna. Seperti saat Anda mengkonsumsi buah bit atau blackberry yang otomatis membuat urin lebih kemerahan. Demikian juga ketika Anda menggunakan berbagai jenis obat pencahar, yang juga akan mengubah warna menjadi cenderung merah. 

Hal yang sama juga berlaku untuk urin yang berwarna oranye. Ini merupakan indikasi tubuh yang terlalu banyak mendapatkan asupan vitamin, atau saat Anda menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit yang mengandung phenazopyridine.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar