Sabtu, 10 November 2012

Bolivia Kembalikan Mumi Balita ke Peru

Lima, Peru (AP) - Mumi balita yang disita dari pedagang barang antik ilegal itu setidaknya berusia 700 tahun, dan diawetkan dengan posisi duduk dan memiliki tinggi 30,48 cm. Mumi tersebut dikembalikan ke Peru pada hari Selasa bagaikan bintang ternama, sebagai sebuah simbol usaha negara untuk melindungi warisan budaya.

“Paket kecil ini,” tutur Menteri Kebudayaan Luis Peirano kepada wartawan, “hanya sebuah contoh perampokan, kekerasan terhadap pusaka dan warisan kita.”

 
Foto: Kementerian Budaya PeruPihak kepolisian di Bolivia menyita mumi itu dua tahun lalu ketika seorang warga Bolivia mencoba mengirimnya ke Compiegne, Prancis, dalam sebuah kardus. Menteri kebudayaan Bolivia, Pablo Groux, secara formal menyerahkan kembali mumi itu ke Peru dalam sebuah konferensi pers, Selasa. Mumi itu dibungkus dalam sebuah kain putih  karena kondisinya yang rapuh, dengan kain dasar katun dan wol dari binatang semacam unta, seperti llama dan alpaka,

Hanya dua dari lima setelan pakaian mumi itu yang masih asli, sedangkan kaki kirinya adalah milik mumi anak yang lain.

“Untuk meningkatkan nilai komersialnya, mereka menambahkan kain dan kaki,” tutur Blanca Alva, pejabat Kementerian Kebudayaan Peru yang bertugas melindungi warisan kebudayaan negara itu.

Jenis kelamin mumi belum diketahui. Para arkeolog percaya mumi itu berasal dari budaya pra-Inca di pesisir Peru dan berusia sekitar dua tahun. Peru, tempat tinggal suku Inca, juga memiliki puluhan kebudayaan pra-Inca dan peninggalan arkeologinya terus dijarah, termasuk keramik, perak, kerajinan tangan yang terbuat dari emas, kain dari zaman pra-Kolumbia, dan lukisan kolonial.

 

Foto: AP/Rodrigo AbdPerdagangan mumi ilegal jarang terjadi, meskipun “akhir-akhir ini, terjadi peningkatan perdagangan mayat manusia,” tutur Alva.

Mantan direktur National Institute of Culture di Peru, Cecilia Bakula, mengatakan bahwa baru pada 2009 Peru memasukkan sisa kerangka dan mumi dalam “daftar merah” benda-benda yang terancam punah  yang ekspornya dibatasi.

Mumi yang kembali pada Selasa lalu  itu adalah mumi kedua yang kembali ke Peru. Mumi lainnya dikembalikan Jerman tahun lalu, tutur Alva. Mumi itu diambil dari Peru pada 1980-an, katanya.

Pihak berwenang Peru mengatakan mereka akan melakukan investigasi untuk mengetahui siapa yang menyelundupkan mumi balita itu keluar Peru dan memutuskan apakah mereka akan dihukum.

Perdagangan ilegal artefak Peru, seperti sisa kerangka, terjadi di seluruh benua.

Salah seorang arkeolog di National Institute of Anthropology and Latin American Thought di Argentina, Julio Avalos, mengatakan dia dan koleganya sering diminta pihak kepolisian untuk menilai apakah relik yang ditemukan di bandara dan pelabuhan Buenos Aires — atau yang diperdagangkan di Internet — termasuk dalam pusaka yang dilindungi.

“Sebagian besar dari relik ini milik Peru karena di sanalah paling banyak ditemukan peninggalan bersejarah,” tutur Avalos.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar