Selasa, 13 November 2012

5 Cerita Lucu The Best Bin Ngakak

Cerita 1 
Seorang baby sitter baru sedang merayu anak majikan nya agar mau tidur siang,

Baby sitter: "Bobo yuuuk de..."

Si anak menjawab : "Dasar keong racun, baru kenal sudah ngajak tidur..."

Cerita 2
Surat tukang buah yang patah hati:

Wajahmu memang MANGGIS, watakmu juga MELONkolis, tapi hatiku NANAS krn cemburu, SIRSAK napasku, hatiku ANGGUR lebur, ini adalah DELIMA dalam hidupku, memang SALAKku, jarang APEL malam Minggu. Ya Tuhan, Mohon BELIMBING-Mu, kalo memang perPISANGan ini baik untukku, SEMANGKA kau bahagia dengan yang lain.

TTD: SAWOnara.

Surat Balasan dari pacarnya yang ternyata tukang sayur:

Membalas KENTANG suratmu itu, BROKOLI sudah kubilang, jangan tiap dateng rambutmu slalu KUCAI, JAGUNGmu tidak pernah dicukur. Disuruh dateng malam minggu, ehh nongolnya LABU. Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin PARE, Kalo mau nelpon aja mesti ke WORTEL.CABE dehhhhhh!!!

TTD: KAILAN!!!

Cerita 3
Sutradara: "Dalam adegan berikut, kamu terjun dari ketinggian 50 meter ke kolam itu lalu berenang ya..."

Aktor: "Tapi, saya tidak bisa berenang."

Sutradara: "Tidak apa-apa, tidak ada airnya kok..." ( mati-mati dah lu )



Cerita 4
Seorang karyawan meminta kenaikan gaji kepada Direktur perusahaannya.

“Apa?” kata direktur itu, “Naik gaji? Engkau tak bekerja apapun disini. Coba lihat, Satu tahun ada 365 hari. Jam kerja dalam sehari 8 jam, itu berarti sepertiga hari, jadi dalam setahun ada 122 hari kerja. Kantor tutup pada hari Minggu, jadi berkurang 52 hari, tinggal 70 hari. Kemudian kau mendapat cuti dua minggu, jadi berkurang lagi 14 hari, tinggal 56 hari. Paling sedikit ada 4 hari libur dalam setahun, jadi tinggal 52 hari. Di kantor ini Sabtu juga libur. Nah, ada 52 hari Sabtu dalam setahun. Jadi sebenarnya kau tak pernah bekerja di perusahaan ini. Dan kini kau minta kenaikan gaji”

Karyawan: "????"


Cerita 5 ( Top Of Ngakak )
Harto adalah seorang suami yang sering 'Jajan' di komplek lokalisasi. Suatu malam ketika ia selesai kencan dengan isterinya sendiri, Harto langsung menyerahkan uang lima puluh ribu kepada sang isteri dan buru-buru mengenakan celana panjang.

Saat sang isteri pergi ke kamar mandi, Harto baru sadar bahwa kebiasaan itu hanya berlaku untuk seorang pelacur yang melayaninya, bukan untuk sang isteri.

"Celaka ! Pasti isteriku akan tahu kalau aku sering jajan di tempat begituan?!" gumam Harto dengan cemas.

Ia tak punya alasan untuk menarik kembali uangnya itu.

Tapi ketika sang isteri keluar dari kamar mandi, ternyata ia langsung di dekati oleh sang isteri yang berwajah berang.

Sang isteripun membentaknya: "Hei, kurang nich! Biasanya seratus ribu, kenapa kau kasih cuma lima puluh
ribu?!"

Harto : "Biasanya... ?!"

"Oh, hmm, eeh... anu... maksudku..." sang isteripun gugup dan pucat sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar