Jumat, 26 Oktober 2012

Seberapa Sering Idealnya Suami Istri Bercinta?

Seberapa sering seharusnya sepasang suami-istri bercinta? Jika pertanyaan ini dajukan pada penasihat perkawinan Liza Finlay, ia akan balik bertanya, “Apa kriteria ”normal” menurut Anda berdua? Dan, “Apakah Anda selama ini baik-baik saja?”

Menurutnya, kebanyakan wanita mengkhawatirkan nafsu seksual mereka meredup. Sedangkan laki-laki, mencemaskan asmaranya tak lagi membara pada pasangannya. “Dan di situlah letak jurang–untuk pria seks adalah jalan menuju keintiman dan bagi perempuan itu adalah produk dari keintiman,” katanya.

Kembali ke soal seberapa sering hubungan intim antara suami-istri dilakukan, ia memberi jawaban singkat: tidak ada normal dan, karena itu, tidak ada abnormal. “Selama Anda dan pasangan Anda puas dengan kehidupan seks Anda berdua, tidak ada masalah. Tidak peduli bahwa tetangga melakukannya setiap malam,” katanya.

Bagaimana jika Anda dan pasangan Anda tidak puas? Finlay memberi beberapa strategi.

Kobarkan lagi asmara
Untuk istri, keintiman fisik adalah produk sampingan dari keintiman emosional. Jadi, memegang tangannya, mendengarkan mimpinya, dan mengekspresikan cinta Anda dengan cara non-fisik sangat berarti baginya. Ketika tiba saatnya untuk berhubungan intim, berilah dia banyak waktu untuk “pemanasan”.

Jangan ragu memulai
Tunjukkan kepada suami Anda bahwa Anda menginginkannya. Anda tidak perlu melakukannya setiap hari. Sesekali, kejutkan suami Anda dengan memulai “memancing”-nya untuk bercinta.

Kompromi
Seks adalah tentang memberi dan menerima, untuk itu kelolalah kehidupan seks Anda dengan baik. Jika dia ingin melakukannya setiap malam, sementara Anda hanya dalam mood sebulan sekali, carilah titik temu.

Jangan tersinggung
Pasangan menolak bercinta bukan indikasi bahwa mereka mulai bosan dengan Anda atau lebih suka pada orang lain. Asumsi “penghinaan pribadi” menambahkan cedera yang tidak perlu untuk kehidupan seks Anda.

Jadilah kreatif
Keberduaan tidak harus berujung pada hubungan seks. Rayuan, main-main, berbicara, atau saling berkirim SMS “nakal” menghidupkan lagi gelora asmara di hati Anda berdua.

Melayani
Ingat, bahwa dalam sebuah pernikahan, bercinta adalah tentang cinta. Ini “hadiah” bagi dua orang yang peduli satu sama lain. Jadi jika pasangan Anda menginginkan seks, berikan kepadanya. Sebaliknya, jika pasangan Anda terlalu lelah, berilah dia waktu istirahat.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar