Sabtu, 27 Oktober 2012

Preman Aniaya Wartawan Harian Manado ,Hingga Koma

KAWANUA,EXTREMMEPOINT.COM:- Terjadi lagi Peristiwa Kekerasan terhadap insan Pers,Pasalnya sesuai rumor yang berkembang di Masyarakat disebabkan tulisan miring terhadap oknum Pejabat Manado,Pengusaha Hitam dan disinyalir kuat mereka menyuruh Geng Preman menganiaya Risky (30) Kuli Tinta Media Sulut di TKP (Tempat Kejadian Perkara/red) Cafe Club Corner hingga babak belur serta saat ini korban dalam kondisi Koma , Dirawat di RS Siloam Manado.Kamis,04.00 Wita (25/10/12).
Sekedar diketahui ,Jopy (60),warga Mahakeret Wenang Manado "Saya tidak terima atas perlakuan Penganiyaan yang dialami anak saya (Risky/red) dan saya minta Bapak Kapolres Jangan tebang pilih menyelesaikan kasus ini ,"Tegasnya. Dia menambahkan,"Sampai dimanapun,siapapun para pelaku akan saya kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap putra saya serta saya minta Pimred dan perkumpulan wartawan Manado ikut membantu membongkar,menangkap pelaku ,"Pungkas Jopy Ayah Korban kepada extremmepoint di Mako Polresta Manado.Jumat,09.00 Wib (26/10/12) Di tempat yang sama saat extremmepoint konfirmasi terkait insiden tersebut , Kapolresta Manado melalui Wakapolresta AKBP Anis Viktor , SIK membenarkan adanya tindakan penganiayaan terhadap seorang Jurnalis Harian Manado Sulut. ‘’Memang Benar ada laporan soal wartawan dianiaya. Kami janji akan tindaklanjuti,” Jelas Pamen dua melati dipundak . Menurut Sekretaris LSM Telinga lebar Suryowijoyo,SE,SH mengatakan," Oleh sebab itu bagi para Pejabat dan siapapun janganlah hidup dari "PERKELIRUAN" yang membuat semua tatanan bangsa serta negara jadi rusak dan saya minta Polri tegas dalam bertindak demi tegaknya Hukum ,"Tegasnya. Ia menambahkan,"Wahai Para Jurnalis dimanapun bertugas dan saya berpesan maju terus ,bongkar segala kejahatan(PERKELIRUAN/red) jangan pernah gentar serta tunjukan Profesi Jurnalis amat sangat Mulia sebagai Pilar Demokrasi ,"Pesannya dengan nada tegas kepada extremmepoint.com di Mapolda Jatim.Jumat,10.00 Wib ( 26/10/12).( OKTAF )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar