Sabtu, 27 Oktober 2012

Manfaat dan Khasiat Tahu Untuk Kesehatan


manfaat tahu 

Tahu adalah makanan hasil olahan kacang kedelai yang  berasal dari China dan dikenal sebagai “keju Asia”.Tahu memiliki rasa  yang gurih dan lezat,tetapi tahukah anda ? selain rasanya yang lezat,tahu juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein. Dimana kualitas protein tahu hampir sama hebatnya dengan daging dan susu. Juga, tidak seperti banyak sumber protein lainnya, tahu memiliki kandungan lemak jenuh rendah dan bebas kolesterol. Tiap 100 gram tahu dapat mengandung sekitar 6 – 10 gram kandungan protein yang memenuhi 18% kebutuhan tubuh akan protein (bergantung pada jenis tahu. Tahu padat lebih kaya akan protein dibandingkan tahu sutra).

Selain itu tahu juga mengandung, lemak tak jenuh, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin,  vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori.

Saking banyaknya kandungan gizi pada tahu,membuat tahu ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.Berikut adalah manfaat tahu bagi kesehatan :

1.Manfaat Tahu untuk  Mencegah penyakit jantung.

Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung. 

Hal ini akan sangat mendukung kesehatan jantung dan menurunkan risiko angka kejadiannya. Kesehatan Jantung memang harus benar-benar kita jaga karena organ tersebut merupakan pusat semua peredaran darah pada manusia.

2.Manfaat Tahu untuk Meningkatkan produksi energi.

Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram. 

Zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.

Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala
rheumatoid arthritis. Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.

3. Manfaat Tahu Bermanfaat untuk wanita, khususnya wanita menopause.

Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada wanita menopause.

4. Manfaat Tahu untuk Mencegah osteoporosis.

Tahu juga bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh produsen tahu).Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan osteoporosis.

Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Untuk  mereka yang sudah memasuki usia tua,tahu bisa dijadikan sebagai menua harian utnuk mencega terjadinya osteoporosis.Ini juga bisa membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita postmenopause.

5. Manfaat Tahu untuk Membantu menurunkan berat badan.

Tinggi protein membuat  perut tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet Anda.

6. Manfaat Tahu untuk Membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal.

Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda awal adanya sejumlah protein dalam urin. Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar