Senin, 22 Oktober 2012

Beda Bengong Epilepsi Dengan Bengong Biasa

 
Epilepsi sering diidentikkan dengan gejala kejang-kejang. Namun ternyata tak hanya kejang, bengong pun sudah merupakan gejala epilepsi. Lalu apa bedanya bengong orang epilepsi dengan bengong biasa?

Epilepsi adalah kejang spontan sebanyak 2 kali atau lebih tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini disebabkan oleh adanya listrik di otak yang berlebihan. Epilepsi dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan serangannya yaitu epilepsi umum (kesadaran terganggu) dan epilepsi parsial.

Salah satu jenis epilepsi umum adalah petit mal (absence) yang mana pasien tampak hilang kesadaran sesaat (bengong), biasanya terjadi hanya beberapa detik saja tapi bisa berulang-ulang dalam 1 hari.

"Epilepsi tidak hanya kejang-kejang, karena bagian otak yang kelebihan lsitrik bisa berbeda. Epilepsi bisa berupa absence, jadi pasiennya cuma bengong sesaat," jelas dr Endang Kustiowati, SpS (K), MSi, Med, dokter neurologi dari RS Karyadi Semarang, dalam acara media edukasi 'Patuh Pada Pengobatan Agar Epilepsi Terkontrol', di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Menurut dr Endang, bila diperhatikan bengong tanda serangan epilepsi berbeda dengan bengong biasa. Bengong tanda serangan epilepsi terjadi berulang-ulang tanpa sebab dan hanya sebentar.

Perbedaannya juga tampak ketika pasien dipicu dengan menggunakan alat hiperventilasi. Pada saat serangan epilepsi muncul, maka pasien akan bengong dengan mengedip-edipkan kelopak mata secara cepat.

"Jadi melongonya beda dengan melongo biasa. Bila dilihat dengan menggunakan EKG (Elektrokardiogram) yang ditempel di kepala, maka gambarannya tampak sangat khas, berbeda dengan serangan epilepsi lain seperti kejang-kejang atau menggerakkan anggota badan. Terjadinya cuma sebentar," tutup dr Endang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar