Sabtu, 27 Oktober 2012

Anda Susah Tidur ?Ketahui Penyebabnya

 
 
Mungkin anda sedang mengalami gangguan susah tidur atau insomnia.Siapapun di jaman sekarang ini bisa mengalami penyakit ini,tak peduli muda ataupun tua.Salah satu penyebab kurangnya tidur Anda di malam hari mungkin akibat kebanyakan kafein.Namun,selain kafein,ada beberapa faktor lain yang menyebabkan Anda susah tidur.

Berikut adalah lima faktor penyebab susah tidur:

1. Stres
Insomnia adalah suatu gejala dan penyebab depresi serta kecemasan. Hal ini terjadi karena otak menggunakan neurotransmitter yang sama saat tidur dan juga suasana hati. Situasi yang membuat stres seperti masalah keuangan atau rumah tangga seringkali menjadi penyebab insomnia yang bisa menjadi masalah kurangnya waktu tidur dalam jangka waktu lama.

2. Sakit
Dalam sebuah penelitian, 15% orang Amerika dilaporkan menderita penyakit kronis dan dua per tiganya dilaporkan mengalami masalah tidur. Sakit punggung, sakit kepala dan sindrom sendi rahang (masalah dengan otot rahang) merupakan penyebab utama kurangnya tidur Anda.

3. Perubahan Hormon
Menopause, haid dan kehamilan bisa sebabkan masalah tidur bagi wanita. Seringnya buang air kecil, nyeri payudara dan pinggul seringkali mengganggu pola tidur Anda. Berdasarkan National Sleep Foundation, sekitar 40% wanita perimenopause (wanita yang berada pada tahun transisi menopause mereka) memiliki masalah tidur.

4. Jet lag
Tubuh dan otak Anda sudah terbiasa dengan jam internal, tidur di malam hari dan bangun di waktu pagi. Tubuh hanya bisa bertahan tiga hari ketika harus menyesuaikan diri dengan zona waktu yang lain. Dan jika Anda terbang terlalu sering ke negara yang memiliki zona waktu berbeda dengan negara asal, maka jet lag bisa menyebabkan masalah tidur kronis.

5. Jadwal Kerja Malam
Jadwal yang bertentangan dengan jam bangun tidur normal seperti dokter, perawat atau pekerja lain yang dituntut untuk bekerja pada malam hari bisa mengganggu irama sirkadian --pola tubuh kita dalam aktivitas sehari-hari. Orang yang bekerja malam memiliki tingkat serotonin (hormon yang di dalam saraf pusat yang berguna mengatur tidur) lebih rendah, menurut sebuah studi tahun 2007 di Universidad de Buenos Aires, Argentina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar