Sabtu, 21 Juli 2012

Trik Cara Menghilang ala Houdini di Antariksa

San Diego-- Para astronom menemukan temuan yang mengherankan, yang tak pernah terlihat sebelumnya, yaitu menghilangnya awan debu raksasa yang tadinya mengelilingi sebuah bintang. Begitu misteriusnya awan debu ini membuat para astronom mengibaratkannya sebagai trik menghilang pesulap legendaris, Harry Houdini.
"Lenyapnya debu itu bagai trik pesulap klasik. Saat ini Anda melihatnya, detik berikutnya dia lenyap," kata Carl Melis, peneliti di University of California, San Diego, yang menjadi peneliti utama riset ini. "Hanya, dalam kasus ini, kami membicarakan sekumpulan debu yang cukup untuk mengisi tata surya bagian dalam dan debu itu mendadak hilang."
Trik Menghilang ala Houdini di Antariksa
Benjamin Zuckerman, dosen fisika dan astronomi di University of California, Los Angeles, menyatakan bahwa peristiwa menghilangnya awan debu raksasa itu seperti bila cincin yang mengelilingi planet Saturnus menghilang. "Peristiwa ini malah lebih mengejutkan karena cakram debu dari puing batu itu jauh lebih besar dan lebih luas daripada cincin Saturnus," ujar Zuckerman, yang juga terlibat dalam riset tersebut. "Cakram yang mengelilingi bintang itu, jika berada dalam tata surya kita, akan membentang hingga separuh jarak matahari ke bumi, dekat orbit Merkurius."
Riset tentang aksi menghilang di antariksa itu, yang terjadi di sekitar bintang yang berjarak 450 tahun cahaya dari bumi, arah konstelasi Centaurus, diterbitkan dalam jurnal Nature pada awal Juli ini.
"Penemuan ini membingungkan karena kami tidak mempunyai penjelasan yang memuaskan untuk menjelaskan apa yang terjadi di sekitar bintang itu," kata Melis. "Lenyapnya debu ini tampaknya bebas dari pengaruh bintang karena tak ada bukti bahwa bintang itu menghancurkan debu itu dengan sejenis badai matahari besar atau peristiwa besar lain."
Melis menggambarkan bintang itu, yang dinamai TYC 8241 2652, sebagai bintang muda yang menyerupai matahari. Baru beberapa tahun lalu bintang itu memperlihatkan seluruh karakteristik "tuan rumah tata surya yang tengah terbentuk" sebelum berubah seutuhnya. Kini, sedikit material debu hangat yang diperkirakan berasal dari tumbukan planet baru masih terlihat jelas.
"Belum ada peristiwa seperti ini, yang pernah terlihat pada ratusan bintang, yang dipelajari para astronom untuk meneliti cincin debunya," kata Zuckerman. "Menghilangnya debu itu sangat cepat, bahkan dalam skala waktu manusia. Menghilangnya debu di TYC 8241 2652 begitu ganjil dan cepat sehingga awalnya saya mengira pengamatan kami keliru." 
 
sumber : http://www.ardshare.com/2012/07/trik-menghilang-ala-houdini-di.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar