Minggu, 10 Juni 2012

Warga Pertahankan Tanah Dalam Penguasaan Puskopad Kodam V/BWJ

Hadi Suyatno : Mencabut patok, sama dengan mencabut nyawa kami.
EXTREMMEPOINT.COM : - Aksi pematokan tanah di lahan sengketa Puskopad Kodam V Brawijaya di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kembali dilakukan ratusan massa ditempat itu. Minggu (10/06) 10.00 Wib.
Ratusan warga berkumpul di lahan sengketa. Sambil berteriak-teriak, warga meminta lahan milik nenek moyang mereka, dikembalikan.
Menurut Kholik, salah satu warga Desa Harjokuncaran mengatakan,”Pohon kelapa itu bukti nyata. Itu pohon kelapa milik nenek moyang kami puluhan tahun. Tapi, tanah ini malah dikuasai Puskopad. Dimana keadilan buat kami,” katanya pada extremmepoint.com yang sambil menunjuk pohon kelapa yang menjulang tinggi diantara pohon cengkeh. Minggu (10/06) 10.00 Wib.
Dilahan sengketa seluas 662 hektar itu dulunya adalah perkampungan warga. Namun, warga justru terusir dari tanah mereka sendiri. Sedangkan bukti-bukti nyata jika tanah milik warga sudah ada ditangan. "Kalau kemudian tanah kami diklaim orang lain, jelas kami marah," ucapnya.
Warga tetap sepakat untuk melakukan pematokan sebelum pemerintah dan pihak berwenang memutuskan sikap dan mengembalikan tanah pada warga.
Menurut Hadi Suyatno, Koordinator Warga Desa Harjokuncaran menjelaskan, "Mencabut patok, sama dengan mencabut nyawa kami. Apapun akan warga lakukan sepanjang hak-hak warga dipenuhi," pungkas Hadi,” jelasnya dengan semangat.
Menurut salahsatu warga Desa Harjokuncaran yang tak ingin disebut namanya, “Jika hal ini tidak cepat diatasi maka akan dapat menimbulkan permasalahan baru, Pemkab, BPN, Perangkat Desa dan pihak Puskopad haruslah segera mengadakan musyawarah dengan warga, agar masalah jadi selesai. Apapun yang terjadi mereka kan asalnya dari masyarakat dan akhirnya juga kembali ke masyarakat, bagaimana jika mereka jadi kami apa rasanya?apa kami kembali dijajah lagi setelah merdeka?,” katanya dengan tersenyum. (RMB)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar