Kamis, 23 Februari 2012

Melukai apalagi Membunuh Wartawan layak Dihukum Mati

WASHINGTON DC, EXTREMMEPOINT.COM : - Konferensi ini terjadi dua hari setelah jurnalis Marie Colvin dan Remi Ochlik meninggal akibat serangan di Homs.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terlukanya dua wartawan menggambarkan sebagai "pembunuhan".

Menurut Sarkozy mengatakan, "Mereka yang melakukan ini akan bertanggung jawab untuk itu," jelasnya pada extremmepoint.com.
Dua wartawan terluka dalam serangan yang sama telah membuat banding internet untuk bantuan medis. Prancis Edith Bouvier sedang dirawat oleh petugas medis Suriah tetapi operasi kebutuhan yang mereka tidak dapat melakukan. Paul Conroy, yang Inggris, juga meminta bantuan dari luar untuk membawa dia kepada keselamatan.
Sementara itu, menurut informasi, PBB telah menyusun daftar rahasia dari pejabat militer Suriah yang diyakini termasuk Presiden Assad adalah yang bisa menghadapi investigasi atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Menurut Redaksi extremmepoint.com, mengatakan,”Ini termasuk perempuan yang tidak bersenjata dan anak yang ditembaki, penembakan wilayah sipil dan menyiksa mereka yang terluka adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan patut diberikan sanksi yang berat bagi pelakunya serta perlu dikategorikan Kejahatan Internasional.”
Sungguh amat sangat memalukan dan tidak terpuji bagi suatu Negara sampai melakukan perbuatan melukai, menyiksa bahkan membunuh wartawan, hal ini memberikan preseden buruk bagi perkembangan jurnalis yang notabene mereka hanyalah mencari dan memberikan informasi berita untuk disampaikan kepada Bangsa diseluruh dunia. (KORESPONDEN RENI)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar