Sabtu, 04 Februari 2012

Jamkesmas Rumah Sakit Islam Benowo ”TIDAK JELAS”

SURABAYA, EXTREMMEPOINT.COM : - Pemerintah Pusat kurang jeli memberikan program JAMKESMAS,(Jaminan Kesehatan Masyarakat) kepada rumah sakit, pemerintah maupun swasta yang ada di Surabaya, di karenakan tidak adanya petugas, dari pemerintah kota, yang mengawal atas jalannya program Jamkesmas.
Pemerintah pusat sudah mengaturnya, melalui Keputusan Menteri Kesehatan NO 021/MENKES/SK/I/2010, bahwa orang miskin yang masuk kuota dan non kuota, kesehatannya di biayai oleh negara dari APBN. Ironis sekali hal tersebut tidak berlaku di Rumah Sakit Islam Benowo(RSI), yang jelas-jelas sudah mengetahui, pasiennya miskin, masih tetap di kenakan biaya, kalau tidak membawa rujukan dari puskesmas setempat, padahal sudah di atur di juknis (petunjuk teknis) Jamkesmas, bahwa pasien jamkesmas(miskin) berobat ke rumah sakit,menunjukan kartu identitas miskin, itu tidak di kenakan biaya sepeserpun alias gratis, meskipun tidak membawa rujukan daripuskesmas setempat, dan rujukan bisa menyusul, di tunggu 2x24 jam, tapi yang terjadi di lapangan, pasien miskin selalu di bodohi sama petugas kesehatan, yang adadi rumah sakit tersebut, selalu berdalih kalau tidak ada rujukandari puskesmas, harus bayar dulu alias jadi pasien umum.
Ini terjadi di keluarga, Sa’adatul Abadiyah(31), warga Tambak Dono, Kelurahan Pakal, Surabaya, berobat ke Rumah Sakit Islam Benowo, Rabu(18/01), dengan membawa Kartu Jamkesmas no 0001654558209, tapi tanpa membawa rujukan dari puskeskesmas, akhirnyadi kenakan biaya, padahal suaminya, hanya buruh pabrik lepas, yang cuma dapat gaji buat makan sehari-hari, itupun hanya makan ikan tempe sama tahu saja, untungnya ada tetangga yang berbaik hati, meminjamkan uangnya.
Jumat(04/02) sekitar 09.30 Wib,wartawan extremmepoint.com, konfirmasi, kepada kepala Rumah sakit islam Benowo, dr faiz mengatakan, "saya tidak tahu mas, coba saya panggilkan dulu karyawan saya, yang mengurusi Program Jamkesmas, "dalihnya sambil mengerutkan dahi, tidak lama kemudian, yusri (karyawan RSI) datang, ia berdalih, "mas rumah sakit ini tidak pernah melakukan hal seperti itu,"sambil mukanya merah.
Di tempat berbeda, suaminya menyerahkan bukti kwitansi pembayaran pelunasan berobat,ke Redaksi extremmepoint.com(LMN).
NB: Berita Running . (BERLANJUT)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar