Senin, 16 Januari 2012

Pasien tewas,rumah sakit islam Benowo terancam digugat

Mochamad Nhadir : ”Saya atas nama keluarga tidak terima dengan kejadian seperti ini yang menimpa orangtua kami karena pelayanan RSI Benowo yang tidak Profesional mengakibatkan orangtua kami meninggal serta kami akan menuntut pihak Rumah Sakit.”
SURABAYA, EXTREMMEPOINT.COM : - Buruknya pelayanan Rumah Sakit Islam Benowo yang berada di wilayah Surabaya Barat sehingga menelan korban nyawa dua pasiennya. Minggu (15/01).
Seharusnya RSI tanggap terhadap pasien yang berobat dan bukan untuk percobaan pengobatan, seperti yang di alami keluarga Mochamad Nhadir (43), warga Jawar, Kelurahan Tambak Dono, Kecamatan Pakal, dia membawa orang tuanya (Abu Jaenudin) berobat, karena sesak napas dan batuk hanya untuk di uap (nebulizer), sesudah di uap selama 30 menit tidak ada perubahan, hanya lendirnya saja yang keluar, tetapi sesaknya masih tetap, waktu itu dokter Azis (dokter umum) yang jaga piket menganjurkan,”Sebaiknya Bapak opname saja,” ujarnya.
Menurut Nadhir, ”Tujuan keluarga ke RS agar Abu Jaenudin (75) sembuh, sebelum di bawa ke rumah sakit, orangtuanya sempat diberi bantuan oksigen, bisa bicara, bercanda, juga makan, karena khawatir dengan penyakitnya, Nadir mengikuti apa yang di sarankan dokter jaga RSI. Dan rencana cuma semalam saja, masuk rumah sakit Jumat, 13/01 malam, 21:30 wib, tetapi Abu Jaenudin (75) pada Sabtu 14/01 jam 08:00 dalam kondisi koma.
Menurut dokter Muntayah (dokter umum) mengatakan, ”pak ini penyakitnya sudah menjalar ke otak, saya sudah konsultasikan sama dokter syaraf, denyut jantungnya lemah, dan sekarang keluarga tinggal berdoa saja mudah-mudahan bisa selamat, serta menganjurkan masuk ICU."
Pihak keluarga meminta di rujuk saja ke RS lain, tambah dr Muntayah, “Saya tidak berani karena takut terjadi sesuatu di jalan, kondisinya sudah parah.” Akhirnya keluarga menurut anjuran dokter yang berakibat meninggal pada 15/01.
Hal tersebut juga dialami Sodikin (70) warga Kutil Gresik, pasien sesak napas, malah meninggal di hari yang sama, Minggu 15/01.
Mochamad Nadhir, mengatakan,”Saya atas nama keluarga tidak terima dengan kejadian seperti ini yang menimpa orangtua kami karena pelayanan RSI Benowo yang tidak Profesional mengakibatkan orangtua kami meninggal serta kami akan menuntut pihak RS, dan Rumah Sakit Islam cocok diganti saja namanya jadi Rumah Siap Innalilllahi dikarenakan menurut rumor, ”Perawatnya juga, bukan dari sekolah keperawatan, tetapi hanya lulusan SMA, sambil berkaca-kaca dan marah, saya minta kepada Bapak Kepala Dinas Provinsi atau Dinas Kota, RSI di tinjau ulang Sumber Daya Manusianya (SDM),”ungkapnya dengan rasa kecewa kepada extremmepoint.
Sampai berita ini di naikkan, Senin 16/01 ketika extremmepoint akan menemui Kepala RSI Benowo dan ditemui salah satu perawat yang tak mau disebut namanya dan mengatakan, “Bapak ada rapat mas, besok saja.” (LMN).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar